Kesehatan

Kerap Keliru, Ini Perbedaan Pengapuran Sendi dan Pengeroposan Tulang

Masyarakat kerap keliru, menganggap pengapuran sendi sama dengan pengeroposan tulang. Padahal keduanya berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Eka Hospital Permata Hijau dr Andi Praja Wira Yudha Lutfi, Sp. OT. Pengapuran atau osteoarthritis adalah gangguan pada sendi yang diawali dengan penurunan kualitas tulang rawan dari sendi.

"Istilah pengapuran untuk sendi. Sendi makin lama kan makin sempit. Itu yang orang Indonesia sebut sebagai pengapuran," ungkapnya pada media briefing di Jakarta, Kamis (18/1/2024). Sedangkan pengeroposan tulang menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos. Kerap Keliru, Ini Perbedaan Pengapuran Sendi dan Pengeroposan Tulang

Cara Ampuh Mengatasi Pengapuran dan Nyeri Tulang Oleh Dr Zaidul Akbar Konsumsi Jeruk Nipis dan Madu Cara Ampuh Mencegah Pengapuran Tulang Oleh dr Zaidul Akbar, Konsumsi Minuman Madu dan Jeruk Nipis Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 6 Kurikulum Merdeka: Sendi dan Tulang

Cara Menjaga Kesehatan Otot dan Sendi Tulang Oleh Dr Zaidul Akbar Saat Puasa, Konsumsi Minuman Ini Dr Zaidul Akbar Bocorkan Resep Kaldu, Cocok Diminum Orang Tua yang Mengalami Keropos Tulang Sendi Rizky Febian Yakin Nikahi Mahalini, Singgung Soal Perbedaan Keyakinan: Tuhan Tidak Pernah Keliru

Resep Kaldu ala dr Zaidul Akbar, Asupan Sendi &Tulang Hilangkan Nyeri, Minum Segelas Sehari Pak Buk Karena pada sebagian besar penderita osteoporosis, massa tulangnya berkurang atau mengalami penyusutan. Menurut dr Andi, kedua hal ini terbilang wajar karena bakal terjadi sejalan dengan pertambahan usia.

"Saya selalu edukasi ke pasien saya. Itu sebenarnya proses yang wajar. Itu hal yang wajar, sama hal nya rambut ubanan. Kulit jadi keriput, gigi ompong, mata rabun, tulang keropos, sendi pengapuran, itu hal wajar banget,"tambahnya. Pengeroposan tulang dan pengapuran sendi memang tidak bisa sembuh. Namun, seseorang bisa mencegahnya agar tidak semakin berat.

Lebih lanjut dr Andi ungkap jika proses ini bisa diperlambat dengan beberapa cara. Paling pertama jaga berat badan. Kalau berat badan berlebih maka beban makin berat. Sehingga sendi dan tulang semakin mudah mengalami aus.

Ketiga tetap bergerak atau berolahraga. Orang yang jarang bergerak mengakibatkan tulang kurang mendapatkan beban. Sehingga, pengeroposan pada tulang semakin cepat. "Bukan berarti sudah deh takut keropos rebahan saja. Itu jadi keropos justru. Karena tubuh membaca tidak ada tekanan, ya sudah jangan kasih tulang. Serap saja tulang, karena tidak ada tekanan," jelasnya.

Orang yang terbiasa berolahraga sejak muda, biasanya tulang akan lebih tebal dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *